Menu Content/Inhalt
Home

Google Translator


Welcome to Global Power
Synchronizing
User Rating: / 1
Latest News
Written by admin   
Saturday, 25 April 2009

Synchronizing / Sinkronisasi

Sinkronisasi adalah bentuk penggabungan dua atau lebih sumber listrik untuk memperoleh suatu sumber listrik yang lebih besar.

Dalam proses sinkronisasi secara umum yang sering ditemui adalah synchrone antara genset dengan genset baik yang memiliki kapasitas yang sama ataupun berbeda, sinkronisasi antara trafo yang satu dengan trafo yang lain juga bisa disinkronkan tetapi tetap harus mengacu pada syarat-syarat tertentu, demikian pula sinkronisasi antara genset dengan pln.

Sinkronisasi genset dengan genset

Penggabungan dua sumber pembangkit listrik ini bisa dilakukan antara dua atau lebih unit genset yang memiliki kapasitas yang sama atau kapasitas yang berbeda.

Syarat sinkronisasi genset ini dapat dilakukan antara lain :

  • Tegangan antar genset harus sama atau mendekati sama ( Δ V)
  • Frequensi antar genset harus sama atau mendekati sama ( Δ F)
  • Sudut Fasa antar genset harus sama atau mendekati sama (º φ)
  • Urutan Fasa R, S, T harus sama.

Adapun syarat pendukung untuk proses sinkronisasi antar genset yang juga harus dilengkapi pada unit genset adalah :

  • Tersedianya fasilitas kontrol remote speed/Frequency regulator
  • Tersedianya AVR yang dilengkapi dengan fasilitas remote voltage regulator
  • CT droop.

Proses sinkronisasi secara sederhana/manual dapat dilakukan dengan beberapa alat pendukung dan proteksi yang bisa di rakit dalam bentuk unit panel seperti :

  • Circuit Breaker
  • Sensor putaran fasa (Phase Failure Relay)
  • Sensor tegangan listrik (Over Under Voltage Relay)
  • Over Current Protection Relay
  • Short Circuit Protection Relay
  • Earth Fault Relay
  • Reverse Power Relay
  • Potensiometer/speed & Volt switch adjuster
  • Synchronoscope/Synchrone Check Relay
  • Double Volt Meter
  • Double Frequensi meter
  • KW meter
  • Cos Phi meter

Pada proses sinkronisasi manual, deteksi awal sinkronisasi dilakukan dengan mengamati dan mengatur tegangan maupun frequensi dari kedua sumber pembangkit listrik genserator yang akan di sinkron melalui Double Volt maupun Double Frequensi meter, untuk mengatur kedua parameter agar bisa mendekati sama dilakukan dengan mengatur potensiometer atau speed dan voltage switch adjuster, bilamana kedua parameter ini sudah mendekati sama selanjutnya pengamatan sudut fasa dapat dilihat melalui synchronoscope dengan tetap melakukan pengesetan pada kedua parameter volt dan frequensi secara lebih halus sampai arah putaran synchronoscope melambat dan berhenti di jarum jam 12 maka circuit breaker untuk menyinkronkan genset tersebut sudah boleh di Closing/ON.

 

Proses sinkronisasi tidak berhenti sampai disini, masih ada parameter yang mulai harus diperhatikan lagi yaitu KW dan Cos Phi.

Dengan adanya perubahan beban pemakaian sumber listrik hasil sinkronisasi ini akan berakibat pula terjadinya perbedaan KW dan Cos Phi, KW yang ditanggung antar genset harus memiliki proporsi yang sama, demikian juga dengan Cos Phi, untuk melakukan pemerataan beban antar genset tetap dilakukan dengan Potensiometer/Switch Regulator yang sebelum proses sinkronisasi dilakukan untuk menyamakan tegangan dan frequensi.

Untuk menyama ratakan beban antar genset (KW) dapat dilakukan dengan mengatur potensio/switch yang dipakai untuk mengatur kecepatan putaran mesin/frequensi, sedangkan untuk Cos Phi dapat dilakukan dengan mengatur potensio/switch pengatur tegangan sampai keduanya memikul beban secara merata dan proporsional.

Proteksi atau pengaman yang aktif bekerja pada proses sinkronisasi ini antara lain adalah Reverse Power Relay yang berfungsi sebagai pengaman terhadap genset yang bisa terjadi karena beban balik/reverse dimana apabila salah satu genset yang seharusnya memberi kontribusi daya harus terdesak oleh genset lain dan menjadi motor, peran Reverse Power Relay ini adalah memutuskan kinerja Circuit Breaker apabila hal tersebut terjadi, dengan demikian berarti menghindarkan generator dari kerusakan yang lebih lanjut, sehingga pada akhirnya salah satu genset yang masih bekerja normallah yang tetap akan menyalurkan energinya ke sisi beban.

Short Circuit Relay berfungsi sebagai pengaman genset terhadap terjadinya short circuit di sisi beban, terjadinya short yang bisa berakibat melonjaknya arus listrik bisa berefek kerusakan pada unit generator, bila terjadi hal ini maka Relay ini akan segera mengontrol Circuit Breaker untuk melepaskan jaringan yang menuju ke sisi beban, demikian pula dengan Over Current Relay yang bertugas sebagai pembatas arus (Current), apabila arus listrik pemakaian melebihi quota yang disediakan oleh genset maka dengan segera Relay ini akan memberikan sinyal untuk memutuskan saluran yang menuju ke sisi beban.

(bersambung)

 

Untuk Informasi lebih lanjut apabila anda membutuhkan panel synchrone baik antar genset ataupun genset dengan PLN bisa hubungi kami via email ataupun telephone/fax. 

Last Updated ( Saturday, 25 April 2009 )
 
LOAD BANK TEST
User Rating: / 2
Latest News
Written by admin   
Saturday, 25 April 2009


 

LOAD BANK

Load Bank adalah suatu alat yang dipakai untuk pengetesan terhadap kemampuan transformer, battery ataupun genset, ada beberapa macam load bank yang sering kita temui antara lain load bank yang menggunakan air garam yang biasa disebut dengan Dummy Load, Load bank yang menggunakan Electric Heater maupun Grid Resistor.

Fungsi Load Bank ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kemampuan Genset atau Transformer sebelum dioperasikan langsung ke beban nyata, selain itu untuk mengetahui pula apakah ada perubahan kharakteristik pada alat yang di tes tersebut dan apakah sudah sesuai dengan label kapasitas yang ada atau tidak, misalnya untuk frequensi apakah dengan semakin tinggi pembebanan frequensi genset apakah bisa tetap stabil sebagaimana kerja genset tanpa beban, demikian pula dengan tegangannya apakah masih juga bisa tetap bertahan di titik tegangan yang dikeghendaki, bagaimana pula dengan sistim tekanan minyak pelumas dan temperatur mesinnya, dengan simulasi tes beban dengan Load Bank ini perubahan parameter yang terjadi bisa diamati, apakah perubahan-perubahan variabel hasil tes ini cukup memberikan keamanan yang tinggi pada mesin itu sendiri dan juga bila kemudian diaplikasikan ke beban riil (nyata) apakah cukup memenuhi syarat.

Fungsi lain dari Load Bank yang lain adalah sebagai media pengalih beban sementara atau sebagai pembuang beban, sebagai misal suatu unit generator yang sedang bekerja dengan beban penuh tiba-tiba harus hilang sebagian besar beban atau bahkan hilang maupun sengaja dihilangkan bebannya dengan berbagai macam sebab, maka genset bisa mengalami overspeed, untuk mengatasi hal ini maka fungsi load bank adalah untuk memindahkan beban yang hilang itu ke unit load bank dalam waktu singkat sesuai program pengaturnya, yang selanjutnya bisa diatur sendiri mau diapakan genset tersebut baik secara manual atau mengikuti langkah program lain yang sudah di program dalam sistem tersebut sejak dari awal.


DUMMY LOAD LARUTAN AIR GARAM

Cara pengetesan genset yang umum dipakai dengan mempergunakan air garam sebagai media beban, yaitu mempergunakan sejumlah air yang dicampur dengan garam dalam konsentrasi tertentu dimana garam yang terlarut didalam air berfungsi sebagai media elektrolit, elektroda (tembaga) disambungkan dengan genset

Prosedur pengetesannya adalah dengan memasukkan elektroda yang sudah tersambung dengan unit genset tersebut perlahan-lahan, semakin pekat konsentrasi garam terlarut, semakin dalam dan semakin luas media elektroda yang tercelup kedalam larutan elektrolit tersebut, maka semakin tinggi pula nilai beban yang bisa didapatkan.

Keuntungan dari alat ini dibandingkan jenis lainnya adalah relatif murah di sisi harga, karena hanya cukup menginvestasikan drum atau bak, elektroda tembaga yang bisa berupa tembaga batangan ataupun plat dan garam curah yang biasa dipakai untuk pengawet ikan.

Hanya saja penggunaan alat ini hanya untuk operasi yang singkat saja, umumnya hanya dalam hitungan detik, tidak bisa dipakai untuk kerja kontinyu, air garam yang terlarut cepat mendidih dan menguap, parameter pembebanan kurang stabil dan ukuran bak air garam cukup besar bila ingin melakukan prosedur test yang agak lama, agak merepotkan bila di mobilisasi, air garam merusak struktur bak bila bak terbuat dari bahan metal.

 

LOAD BANK GRID RESISTOR

Load Bank ini terdiri dari lempengan plat nickelin yang mempunyai karakteristik tahanan (Ohm) yang disusun sedemikian rupa sehingga mempunyai nilai tahanan tertentu untuk media test pembebanan, plat nickelin tersusun dengan lapisan isolator tahan panas, pada saat dilakukan pembebanan plat nickelin ini akan membara, pendinginan perlu dilakukan dengan blower bila dikehendaki waktu tes yang lebih lama, pola pengetesan bisa dilakukan bertahap dan bertingkat sesuai besaran nilai tahanan dari susunan plat nickelin ini, semakin besar kapasitas pengetesan maka semakin besar pula panas yang akan diproduksi.

 

LOAD BANK ELEMENT HEATER

Tersusun dari sejumlah element heater dalam kapasitas tertentu yang disusun sedemikian rupa untuk mendapatkan nilai pembebanan, element heater yang terbuat dari kawat nickelin yang terbungkus gips dan pipa bersirip memberikan keamanan yang cukup tinggi dalam pengetesan, dengan mengalirkan udara bertekanan kedalam rangkaian alat ini bisa membantu membuang panas yang dihasilkan sehingga pola pengetesan bisa dilakukan secara kontinyu.

Penataan dari elemen heater yang cukup ringkas menjadikan alat ini mudah dimobilisasi, load test equipment berkapasitas 500 KW cukup diangkut dengan mobil pick up saja, praktis dalam pengoperasiannya, cukup dengan menambahkan multimeter maka semua parameter bisa di catat dengan mudah.

 

Kami siap merakit load Bank dan juga Menyewakan/Rental Load Bank Test beban Genset anda, saat ini kami menyediakan Load Bank sampai kapasitas 2000 KW / 2 MW yang terdiri dari kompartemen Load Bank masing-masing 500 KW sebanyak 4 unit.

Rental Load Bank Test Unit  for  Load Test Generator

 

Last Updated ( Friday, 12 June 2009 )
 
Pengertian Ats Amf
User Rating: / 2
Latest News
Written by admin   
Saturday, 25 April 2009

 PLN Padam? Operasikan Genset secara Otomatis!

Apakah yang dimaksud dengan Ats Amf ?

 ATS adalah singkatan dari AutomaticTransfer Switch, yaitu proses pemindahan penyulang dari penyulang/sumber listrik yang satu ke sumber listrik yang lain secara bergantian sesuai perintah pemrograman, ATS adalah pengembangan dari COS atau yang biasa disebut secara jelas sebagai Change Over Switch, beda keduanya adalah terletak pada sistim kerjanya, untuk ATS kendali kerja dilakukan secara otomatis, sedangkan COS dikendalikan atau dioperasikan secara manual.

AMF adalah singkatan dalam istilah kelistrikan dari Automatic Main Failure yang maksudnya menjelaskan cara kerja otomatisasi terhadap sistem terhadap sistem kelistrikan cadangan apabila terjadi gangguan pada sumber/penyulang listrik utama (Main), istilah ini secara umum sering dijabarkan sebagai sistim kendali start dan stop genset, baik itu diesel generator, genset gas maupun turbin.

Sistim kerja panel ATS dan AMF yang sering kita temukan adalah kombinasi untuk pertukaran sumber baik dari genset ke pln maupun sebaliknya, bilamana suatu saat sumber listrik dari PLN tiba-tiba padam, maka AMF bertugas untuk menjalankan diesel genset sekaligus memberikan proteksi terhadap sistim genset, baik proteksi terhadap unit mesin/engine yang berupa pengamanan terhadap gangguan rendahnya tekanan minyak pelumas (Low Oil Pressure) maupun kondisi temperatur mesin serta media pendinginannya, dan juga  memberikan perlindungan terhadap unit Generatornya. baik berupa pengamanan terhadap beban pemakaian yang berlebih maupun perlindungan terhadap karakterlistrik lain seperti tegangan maupun frequensi genset, apabila parameter yang diamankan melebihi batasannormal/setting maka tugas ATS adalah melepas hubungan arus listrik ke beban sedangkan AMF bertugas untuk memberhentikan kerja mesin.

Apabila generator yang dijalankan beroperasi dengan baik, berikutnya ATS bertugas memindahkan sambungan dari sebelumnya yang tersambung dengan pln dipindahkan secara otomatis ke sisi generator sehingga aliran listrik bisa tersambung ke sisi pengguna.

Apabila kemudian pln kembali normal, selanjutnya ATS bertugas untuk mengembalikan jalurnya dengan memindahkan switch kembali ke sisi utama dan untuk kemudian disusul dengan tugas AMF untuk memberhentikan kerja mesin diesel tersebut, demikian seterusnya semua sistim kontrol dikendalikan secara otomatis berjalan dengan sendirinya.

Pemakaian sistim otomatisasi ini memiliki beberapa keuntungan antara lain :

1. Sistim perpindahan dari pln ke genset dan sebaliknya hanya perlu waktu yang sangat singkat, hanya dengan hitungan detik saja setelah pln padam, genset langsung start dan listrik segera dapat di 'nikmati' kembali oleh pengguna.

2. Meringankan tugas tehnisi listrik yang bisa sangat banyak sekali, bahkan gedung perkantoran sering tidak memiliki tehnisi listrik, dengan panel ATS-AMF ini semuanya menjadi mudah, listrik padam okey, genset langsung start sendiri, pln nyala kembali...okey...genset stop sendiri,  tehnisi tak perlu berlari-lari karena panik hanya untuk cepat-cepat men-start genset dan mengoper switch supaya roda aktifitas tak terganggu, yang paling penting genset tetap harus dipelihara agar sistim bisa bekerja secara maksimal, merawat genset sama mudahnya dengan merawat mobil, asal air accu berada di levelnya,bahan bakar tersedia cukup, air radiator normal, oli normal..., sudah.., hanya begitu saja, untuk pemanasan genset sebaiknya cari saja panel ats amf yang sudah dilengkapi dengan fasilitas pemanasan secara otomatis, genset akan melakukan pemanasan sendiri secara terjadwal tanpa harus mematikan listrik pln, tanpa mengganggu sistim dan roda aktifitas kantor, tanpa perlu operator 'dadakan' yang takut dengan suara genset untuk memanaskan genset, semuanya menjadi mudah.

3. Memberi perlindungan terhadap alat kantor seperti komputer, AC , peralatan  pabrik maupun laboratorium, seringkali terjadi tegangan listrik pln maupun genset tiba-tiba anjlok atau bahkan tiba-tiba naik sampai jauh diluar batas toleransi normal untuk keamanan alat-alat elektronik, bahkan sering pula ada salah satu fasa listrik yang hilang (untuk sistim 3 fasa), turun dan naiknya tegangan, maupun hilangnya tegangan ini kadang tak terdeteksi dengan kasat mata, tiba-tiba saja muncul aroma hangus ada peralatan yang terbakar, nah... tambah lagi permasalahan baru, tanpa AC bisa saja pakai kertas untuk kipas-kipas, tetapi apa yang harus dihadapi bila yang rusak adalah komputer atau media program lainnya, bisa-bisa data ikutan hilang, masalah lagi...., apalagi bila yang mengalami kerusakan adalah peralatan laboratorium atau peralatan yang menggunakan sistim pemrograman plc, tegangan over voltage bisa merusak alat, perlu waktu yang lama untuk memperbaikinya, bahkan kadang terpaksa harus inden 3-4 bulan hanya untuk menunggu kedatangan spare part atau tehnisi 'impor'.  Dengan panel ats amf ini maka semuanya bisa menjadi mudah lagi, over voltage? under voltage? over frequency? under frequency? fasa hilang? bukan masalah, sistim ats dan amf yang akan melakukan tugas yang harus diembannya.

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>

Results 5 - 8 of 20